Jumat

Museum Wayang, Kota Tua Jakarta

Sedikit Uang, Banyak Informasi


Salah satu museum bersejarah yang gedungnya didirikan sejak ratusan tahun dan di renovasi untuk memperbaharui tampilannya ini telah membawa para wisatawan untuk melihat-lihat isi dari gedung ini setelah difungsikan sebagai museum. Gedung ini terletak di Kawasan Kota Tua Jakarta. Bangunan ornamen nya masih konsisten dengan ornamen yang pas dan tidak berlebihan yang dihiasi dengan pencahayaan yang baik yang mampu menonjolkan barang bersejarah yang dipamerkan. Gedung dua lantai berwarna dasar putih ini memiliki banyak jenis wayang didalamnya. dari perwayangan zaman dahulu hingga wayang yang telah di modifikasi menjadi wayang modern. 

(wayang raksasa yang menyambut didepan pintu masuk museum)


Didalam museum ini banyak sekali informasi tentang karakter wayang, sejarahnya hingga silsilah perwayangan Indonesia . Tentang bagaimana perubahan wayang dari zaman ke zaman, dari bentuk ke bentuk dan perbedan wayang setiap daerah dari segi fisik dan tampilan modelnya. Disini juga terdapat beberapa wayang Internasional dalam bentuk boneka. Misalnya dari China, Rusia, India, Amerika dan beberapa negara lain yang sengaja diberikan oleh negara tersebut untuk disumbangkan ke museum ini dan dijadikan benda koleksi. Tak hanya boneka dan wayang, disini juga terdapat beberapa alat musik gamelan bersejarah yang berhubungan dengan perwayangan.

(foto beberapa model wayang yang ada)


Untuk melihat semua koleksi di museum ini, kita hanya perlu mengeluarkan uang Rp. 5000,- untuk kategori pengunjung umum, Rp. 3000,- untuk ketegori mahasiswa dan Rp. 1500,- untuk kategori anak-anak. Museum ini bisa di kunjungi setiap hari pukul 10.00 sampai 16.00 kecuali hari Senin dan hari besar nasional. Sedangkan di hari Minggu, ada pertunjukan wayang di teater museum ini.

(gambar wayang beserta nama bagiannya)


Menurut saya, museum ini sangat direkomendasikan kepada semua pembaca yang berniat wisata sekaligus mendapatkan bonus pengetahuan dengan budget yang minimum. Sekian, terimakasih

BeeCup Champion

(source: personal photo from GVBC member)

30 November 2017, setelah sempat absen setahun dari BeeCup, tim putri Gunadarma Volleyball Club kembali hadir dan langsung menyambar gelar juara di BeeCup 2017. BeeCup adalah kejuaraan tahunan yang diselenggarakan oleh UKM Bola Voli Universitas Bina Nusantara (BINUS) dengan lingkup JABODETABEK, Jogjakarta dan Bandung. 

Biasanya, GVBC (sebutan untuk tim bola voli Universitas Gunadarma) berpartisipasi setiap tahun, namun tahun 2016 kemarin, GVBC tidak turun pada kejuaraan ini dikarenakan tim GVBC lebih memilih berpartisipasi pada Pekan Olahraga Mahasiswa Daerah (POMDA) memperebutkan piala pemerintah yang kebetulan waktunya bersamaan pada kejuaraan BeeCup yang diselengarakan oleh Binus University. POMDA diselenggarakan 2 tahun sekali dan melibatkan banyak universitas negeri maupun swasta.

Absen setahun bukan berarti tim GVBC absen pula dalam latihan. Latihan tetap berjalan normal namun ketika akan mempersiapkan pertandingan, materi yang didapat lebih banyak dari biasanya. Dengan bekal tersebut, diharapkan tim dapat mendapat hasil maksimal yaitu juara.


"Hasil yang didapat di BeeCup 2017 ini sangat membanggakan. Karena sangat istimewa memiliki tim yang solid seperti ini. Tim yang sangat bertanggungjawab. Semua terlihat semangat dalam mencapai tujuan pada kompetisi ini, tidak ada putus asa, yang ada hanya semangat untuk bermain bagus dan menjadi pemenang. Ditambah lagi tim memiliki captain yang bisa membawa tim di dalam pertandingan maupun diluar pertandingan" Kata Ahmad Marzuki selaku coach yang membawa para atlet meraih kemenangan.

(source: personal photo from GVBC member)


Captain squad putri GVBC adalah mahasiswa Sastra Inggris 2014 Sekar Dwi Pangesti. "Saya selaku captain sangat senang dengan hasil yang didapat, karena tujuan utama tim kami adalah juara, dan kami semua satu tim bekerja keras untuk itu. Sekarang kami menyelesaikan kejuaraan ini dengan gelar juara sesuai dengan tujuan awal kami mengikuti kompetisi ini. Dengan apa yang kami dapat, perjuangan tim terasa terbayar sudah. Dan semua juga berkat kerja keras pelatih dalam memberikan asupan materi pertandingan kepada para atlet GVBC. Semoga kita semua tetap berprestasi dan tidak mudah puas atas apa yang didapat." Tutur Sekar.

"Semoga tim GVBC bisa lebih baik lagi dan bisa mempertahankan gelar juara untuk kebanggaan Universitas, tim yang bertanding, keluarga besar GVBC dan tentunya menjadi kebanggaan untuk saya pribadi. BRAVO GVBC!" Tambah sang pelatih saat ditanya harapan untuk tim kebanggaannya. 

(source: personal photo from GVBC member)

Dengan bangga-nya, lagi dan lagi Gunadarma Proud menjadi berita yang manis didengar. Terimakasih para atlet cantik.

PON JABAR XIX

Atlet bola voli pasir provinsi DKI Jakarta mematangkan latihan menuju PON Jabar XIX 2016. Perhelatan olahraga tingkat Nasional ini di laksanakan di Bandung 17/9/2016 sampai 29/9/2016. DKI Jakarta mengirimkan 2 tim putra dan 2 tim putri. Diharapkan dengan latihan yang matang, para atlet dapat menyumbangkan medali emas baik kelompok putra maupun putri. 

PON Jabar XIX 2016 ini menjadi perbincangan hangat terutama di kalangan para pecinta olahraga. Teraftar ada 44 jenis cabang olahraga yang di perlombakan pada PON XIX salah satu nya yaitu Bola Voli Pasir (Beach VolleyBall). DKI Jakarta mengikutsertakan atletnya pada cabang Voli Pasir dengan bekal latihan yang matang dan maksimal.

“Dengan adanya pematangan latihan dengan cara latih tanding ini, saya sebagai atlet merasa senang karena bekal kami menuju PON XIX bertambah. Dan dari situ kami bisa melihat, strategi apa lagi yang kurang dari kami berdua, atau mungkin masih ada kekurangan sehingga bisa kami benahi lagi.” Ujar Wisnu Adhi Brata sebagai atlet Voli Pasir DKI Jakarta 2.

“Semoga dengan adanya pematangan ini, kami juga semakin percaya diri untuk merebut gelar juara dan menyumbang emas untuk DKI Jakarta.” Tambah Satrio Adhi sebagai pasangan Wisnu Adhi Brata di DKI 2.

Koni dan Pengurus Kota yang terlibat dengan kegiatan para atlet juga menginformasikan bahwa pemerintah sudah menyiapkan anggaran tersendiri untuk memenuhi kebutuhan dan akomodasi para atlet, supaya atlet dapat melakukan kewajibannya (latihan) sebaik mungkin. Dan tak lupa, sudah disiapkan juga bonus untuk atlet yang dapat menyumbangkan medali emas untuk DKI Jakarta.


Hasil dari latihan keras selama Training Center meloloskan pasangan Wisnu Adhi Brata dan Satrio Adhi Nugroho ke babak 8 besar setelah mengalahkan tuan rumah dengan skor akhir 2-1 keunggulan DKI Jakarta 2.



Source : CNN PON XIX Report






Kamis

Gunadarma Volleyball

Universitas Gunadarma, kampus dengan segala kelebihan prestasi akademik dan non-akademik. Salah satu kampus yang menuntut prestasi non-akademik selaras dengan prestasi akademik. Dengan berbagai macam Unit Kegiatan Mahasiswa di dalamnya membuat mahasiswa yang berbakat dan memiliki kemampuan berprestasi di bidang non akademik semakin terkordinir 

Bola voli salah satunya, dari sekian banyak Unit Kegiatan Mahasiswa yang ada, bola voli menjadi salah satu UKM yang banyak menyumbangkan piala kepada pihak kampus. Pada kejuaraan Athena contohnya. Athena adalah kejuaraan bola voli antar kampus se JABODETABEK, Jogja dan Bandung yang di adakan oleh Universitas Tarumanagara. Gunadarma menjadi salah satu universitas yang berpartisipasi.

Pada kompetisi ini, tim bola voli putri Universitas Gunadarma menjadi Juara setelah menyingkirkan universitas lain yang menjadi lawan pada pool yang sama dan mengalahkan sang empunya hajat, Universtas Tarumanagara dengan skor telak 3-0. 


Kemenangan ini tidak menjadi titik berhenti bagi tim bola voli Gunadarma. Tapi kemenangan ini justru menjadi api semangat yang semakin membuat kami berlatih dan berlatih agar bisa mempertahankan. 

"Mempertahankan Jauh Lebih Sulit Daripada Merebut"
-unknown-


Dan tim bola voli di UKM Voli Gunadarma sedang dalam proses persiaapan turnamen yang akan diikutinya dalam waktu dekat. Doakan saja semoga UKM Bola Voli Universitas Gunadarma putra dan putri nya tidak berhenti berprestasi dan masih terus memberikan sumbangan piala untuk Universitas Gunadarma. 



Review Buku "Bukan Untuk Dibaca"

Buku karya Deassy M. Destiani, 361 halaman berjudul "Bukan Untuk Dibaca". Buku yang berisi tentang motivasi untuk para pembacanya, yang sasaran utama nya adalah pembaca yang statusnya adalah 'anak'. Awalnya, saya tidak tahu tentang buku ini, tetapi ketika guru saya menceritakan sepenggal cerita yang ada di dalam buku tersebut, saya mulai penasaran. Mulainya mencari ke toko buku. Buku ini adalah salah satu buku yang sulit untuk di dapat, karena jenis buku ini sendiri adalah buku limited edition. Entah terlalu sedikit dalam proses cetak atau justru terlalu banyak peminat sehingga buku ini sangat cepat diberi label sold out di setiap toko buku yang menyediakan. 

Ketika teman saya sedang berkeliling di Lippo Karawaci-Tangerang, tak sengaja masuk ke toko buku. Dia tahu betul saya mai-matian cari buku ini. Entah lucky atau memang rezeki, teman saya berhasil mendapatkan si buku limited ini. 

Buku dengan harga Rp. 65.000 dengan isi yang sangat luar biasa, menurut saya sangat worth it. Wajar kalau ditoko buku menjadi buku yang paling cepat dapat label sold out. Buku ini sudah dalam bentuk hard cover jadi tidak mudah rusak. Desain yang sedikit tapi mewah membuat kita justru ingin membacanya.

Dari nama bukunya, menurut saya udah menarik perhatian orang, dengan judul "Bukan Untuk Dibaca" justru menarik perhatian dan malah sebaliknya, ingin membaca. Kemudian buku ini sudah menerbitkan buku seri kedua nya. Daaaan lagi-lagi kesulitan mendapatkn buku ini karena sama seperti seri pertama, buku ini limited edition. Hingga sekarang saya belum mendapatkan seri kedua dari buku ini, dan sudah ada kabar burung bahwa buku seri ketiga sudah diluncurkan lagi.

Entah cerita apa lagi yang akan membuat takjub dari buku luar biasa ini. Semoga sedikit review tentang buku ini bisa memberikan informasi bagi kalian yang ingin mengetahu sedikit tentang buku ini. Kalau ada kekurangan atau ingin menambahkan silahkan komentar :)

Rabu

Cetaphil Review

Tulisan kali ini aku mau bahas salah satu produk sabun yang lagi aku pake. Aku kurang tau sih sudah banyak yang tau atau belum, tapi kayaknya belum hehehe. Produk ini adanya di Watson. Belum tau di Century atau Guardian ada atau enggak. YUP! CETAPHIL. Tauuuuu ??? Produk ini sebenernya sabun yang biasa digunaik sama bayi untuk kulit bayi yang kandungannya non-parfume, non-comedogenic. Sabun ini bisa kita pake buat muka dan badan. Pastinya gak harus dipake sama bayi doang. 

Pengalaman pake sabun ini, bener-bener lain banget sama sabun muka yang udah pernah aku pake sebelumnya. Setelah cuci muka sabun ini bikin muka terasa moist banget. Nggak ada kesan kesat banget gitu di muka tapi berasa bersih aja setelah pake.

Cetaphil face wash nya juga ada varian yang untuk normal skin sama oily skin. Untuk harganya, harus rogoh kantong agak dalem sih untuk beli produk ini. Soalnya untuk yang paling kecil aja harga nya diatas Rp. 150.000 kalo untuk yang oily skin lebih mahal harganya. Untuk yang kecil harganya sekitar Rp. 200.000an. Kebetulan aku beli pas promo di Watson Tangerang, ukuran 500mL cuma Rp. 120.000an makanya aku langsung gak pikir panjang hehehehe

Packaging yang 500mL itu bentuknya yang kaya botol yang ada pompa nya jadi bisa di takar pemakaiannya, sekali cuci muka cukup sekali pompa. Dan kayaknya itu akan habis untuk waktu kira-kira 2 sampe 3 bulan gitu.

Buat yang jerawatan, aku banyak banget liat review orang kalo muka berjerawat kalo bisa pake face wash yang non-comedogenic supaya mengurangi timbulnya komedo di wajah yang bisa memicu munculnya jerawat.


  • Kelebihan :
    • Muka jadi super duper moist
    • Kandungan nya bisa digunakan pd kulit dalam kondisi apapun (radang, kering, sensitif)
    • Muka tidak kering tapi tidak berminyak juga
    • Gak memicu timbulnya jerawat baru ataupun komedo (akibat dari kandungaan non-comedogenic pada sabun tersebut)
    • pH yang aman
  • Kekurangan :
    • Harganya mahal
    • Agak sedikit sulit cari nya
Overall, aku merecommend banget sih untuk yang hopeless mau pake face wash apalagi ketika kondissi wajah udah susah ditebak maunya apa hehehe . Semoga membantu teman-teman semua

Skincare Review (part 4)

Setelah aku mereview 3 skincare yang berbeda di postingan sebelumnya, aku mau mereview skincare yang ke 4 (insyaallah terakhir). Setelah sebelumnya aku ke DL Slim and Skincare, Jasper Skincare dan Natsha Slim and Skincare, sekarang aku mau mereview salah satu klinik kecantikan yang aku datangi. 

Klinik ini mungkin gak banyak yang tau, gak sebooming skincare sebelumnya. Aku tau klinik ini dari temen kuliah ku yang problem nya sama kayak aku, yup! Jerawat -___-  Klinik ini ada di Kranji Bekasi, bukan kayak skincare yang lainnya, kalo yang ini dibilang nya klinik. Dokter nya praktek di apotek, namanya Klinik Jerawat Apotek Pemuda 30. Dari namanya sudah bisa kita tau yaa di klinik ini dokternya akan berfokus pada masalah jerawat. Tapi di klinik ini ada perawatan lain, tanam benang, tarik benang dan sebagainya.

Pertama kesini, aku diminta daftar dulu supaya punya kartu pasien dengan biaya Rp. 5.000 doang! Setelah daftar aku diarahin untuk ke ruang tunggu, sambil nunggu dipanggil ke ruang dokter. Setelah dipanggil ke ruang dokter, dr. Marry langsung tanya masalah wajahku dan mau perawatan untuk apa. Aku jelas langsung minta penanganan untuk masalah jerawat. Karena sangat jelas muka aku breakout. dr.Marry nawarin beberapa treatment untuk wajahku. Peeling atau mau langsung dermaroller. Tapi aku disaranin peeling dulu aja. Oke aku pilih peeling, dr.Marry ngasih pilihan lagi, mau paket atau satuan. Harga satuan nya untuk sekali peeling Rp. 120.000 kalo paket Rp.450.000 untuk 5x peeling jadi kira-kira harga sekali peeling cuma Rp.90.000! Oke aku ambil paket. 

Tindakan pertama dihari pertama ke klinik itu, aku di peeling. Dan harus di lakuin minimal 2minggu sekali atau boleh 1 bulan sekali. Aku milih sebulan sekali untuk peeling. Hasil peeling muka ku jadi gosong dan ngelupas. Katanya itu emang efek peeling, karena sifatnya mengeringkan jerawat dan mengelupas kulit mati makanya muka nya jadi jelek banget (yang belom siap sama keadaan setelah peeling jangan peeling deh kamu bakal kaya kucing dapur >,<)

Setelah seminggu setelah di peeling, muka kelupas dan sebagainya, ada perbedaan memang muka jadi lebih halus. Tapi aku udah ngejalanin peeling 3x menurutku perubahan nya ya ga membuat aku takjub waw gitu. Belum lama aku abis peeling ke 4 dan sebelum peeling aku facial dulu di jasper, seminggu setelah facial aku peeling dan baru hasilnya lebih baik dari sebelumnya. Jadi kayaknya memang bagusan difacial dulu baru di peeling (menurutku) tapi di Klinik ini anti dengan yang namanya facial. Karena menurut dr. Marry facial hanya akan buat scar diwajah dan justru akan susah buat ngilangin nya.

Nah biaya yang aku perluin itu pas pertama kali kesana sekitar Rp.850.000 itu udah termasuk paket peeling 5x, cleansing solution, facial wash, toner, sunblock acne, dan night cream acne. Krim disini menurutku harga nya standar ngga terlalu mahal masih ada di range 60-80rban.

Sekarang aku tinggal nunggu hasilnya aja gimana setelah perawatan di klinik yang katanya fokus untuk masalah jerawat. FYI disini paket peeling 5x bisa digunain selang seling sama microdermabrasi tanpa additional fee. Ada juga paket dermaroller Rp. 1.000.000 untuk 5x. Semua paket dibayar di awal kita tinggal tunjukin kartu aja.

Seperti biasa akan ada kelebihan dan kekurangan yang aku sampaikan menurut pendapatku :
  • Kelebihan : 
    • Biaya yang dibutuhkan terjangkau
    • Harga treatment murah 
    • Krim nya tidak lengket ringan dipakai diwajah
    • Cleansing Solution disini BAGUS BANGET! Ngebersihin banget!
    • Sunblock nya enak bisa jadi pelembab
    • Ngga perlu ada pengulangan krim dalam sehari
    • Bisa dikonsultasiin ke dokternya untuk budget yang kalian punya 
  • Kekurangan :
    • Ngga ada cabang jadi harus ke Kranji Bekasi
    • Hasil treatment nya ngga langsung kelihatan (hasil ga significant)
Itu dia sedikit review dari ku, dan untuk review skincare ini skincare terakhir yang aku bahas dan kalaupun ada lagi next aku tulis lagi hehe semoga bisa membantu temen-temen yang perlu informasi.

Skincare Review (part 3 )


Di tulisan aku sebelumnya, aku udah bahas 2 skincare kan, kalo belom tau coba klik link ini :
         Oke, sekarang aku mau next kasih review untukskincare ketiga yang penah aku datangi dan coba juga. Skincare ini udah banyak dikenal juga sama orang-orang. Banyak yang bilang ini salah satu skincare yang mahal. Cabang nya juga udah ada dimana-mana di pulau jawa trutama yaaaa karena skincare ini juga asalnya dari Jawa tepatnya Jogjakarta. Coba kira-kira udah bisa ketebak belom? hehe

          Yup! Aku perawatan ke Natasha. Kenapa aku milih ke Natasha, karenaaaa kakak ku yang muka nya lebih breakout dibanding aku pada saat itu, dia bisa sukses berhasil bersih mukanya berkat perawatan di Natasha, that's why aku pilih ngekor jalan dia perawatan ke Natasha hehe 

       Pertama kali aku dateng dan daftar jadi pasien Natasha, aku pilih ke Natasha Bekasi (depan Metropolitan Mall Bekasi) karena aku kuliah deket situ jadi pikir ku kalo ada perlu apa-apa bisa langsung kesana sekalian kuliah. Di Bekasi sendiri tuh cabangnya ada 2 ternyata, di depan Metropolitan Mall sama didalem Mall Grand Galaxy Park (aku baru tau huhu lagi-lagi tau karena kakak ku pindah ke cabang itu). Sebenernya ada di Kelapa Gading cuma disana sempit dan suka ngantri banget gitu, another reason aku ngga pilih disitu karena aku juga jarang pergi ke arah Kelapa Gading. 

      Daftar jadi pasien dimintain data untuk kartu pasien kamu yang bakal kamu tunjukkin ke resepsionis setiap kamu kontrol ataupun cuma beli krim atau cuma mau tindakan. Terus nunggu dipanggil sama petugas cantik nya untuk ketemu dokter. Pertama kali aku dapet dokter cowo. DUUUUHHHH aku kaget dan aku lupa kalo aku maunya sama dokter cewe :( alasannya, karena kalo sama dokter cewe cerita keluhannya enak, bakal dengerin dengan lebih santai dan cerita keluhannya pun juga gak canggung karena aku ngerasa kita sesama cewe akan paham apa yang dikeluhkan apalagi masalah jerawat juga akan muncul akibat haid. Aku ngerasa kalo dokter cowo itu kurang clear aja untuk menceritakan semua keluhan. DAAAAAANNNN bener aja! Pas ketemu langsung ditanya kenapa masalahnya, langsung aku on point kan aku bilang masalahnya jerawat. Sang dokter pun langsung tembak "Jangan suka pake make-up" plisssssss, cewe tuh pantangan untuk ngga pake makeup ya susaaahhhhh.... (walaupun aku sendiri juga kalo makeup cuma pake loose powder, nggak pernah pake compact powder karena aku tau itu bakal nyumbat pori-pori) aku cuma terima aja masukan dari dokternya dan sebisa mungkin aku denger masukannya dan ikutin.

        Hasil dari konsul itu, aku disuruh sinar dan chemical peeling. Karena waktu itu aku pikir aku gabakalan tindakan banyak dan lama, sampe 2 tindakan gitu kan jadi aku gabisa melakukan tindakan itu, aku cuma tebus krim nya aja. Disitu sih enaknya ada krim yang sifat nya paketan. Jadi gak dihitung harga satuan, tapi aku sendiri juga gatau sih bedanya berapa kalo dihitung harga satuan.

         Setelah keluar nunggu panggilan lagi untuk bayar semuanya. Aku kena Rp. 400.000an lebih tapi less than Rp.500.000. Biaya itu termasuk facial wash, toner, day cream, night cream, calming cream, sama obat minum 10 capsul (untuk 10 hari). Sudaah selesai dan aku pulang dengan itu semua. Bulan berikutnya aku kesana lagi kontrol dan hasilnya emang lebih baik. Tapi gak significant perubahannya, dan jangan lupa loh di Natasha dia tidak memutihkan. Di klinik ini, muka kalian cuma akan cerah natural sesuai dengan kulit kalian. Jadi hasilnya akan bersih dari jerawat dan kelihatan cerah natural aja gak kelihatan bersih cantik putih buatan dokter hahahaha

         Aku belum kelihatan bersih 100% hasilnya dari Natasha tapi berhubung waktu itu aku mau ke Bali, aku konsul ke Natasha dan request DOKTER CEWE (diturutin) terus aku minta sunblock sama dokter supaya muka ku gak gosong. Ternyataaaaaaa apa yang aku dapet malah JERAWAT dimana manaaaaaa :((    ternyata, efek pemakaian tirai(sunblock) itu adalah memicu munculnya jerawat. Aku baru tau kalo sunblock itu justru pemicu jerawat. Iya gak sih? (boleh di komen dibawah)

         Finally, yang aku dapat dari Natasha adalah BREAKOUT. Bener-bener jadi gak lebih baik dari awal aku kesitu. Jerawatku muncul tanpa takut huhu aku coba chemical peeling untuk meringankan keluhan ku akibat si tirai yang aku kira bakal jadi penyelamatku dari kegosongan akibat paparan matahari. Chemical Peeling kalo gak salah Rp.190.000 gitu dan ada discount biasanya (lupa berapa persen)

         Akhirnya aku mutusin untuk berenti. Aku tipikal yang kurang sabar kalo udah dapet hasil yang gak bagus. Karena aku takut malah makin memburuk gitu hasilnya. Jadi aku putusin berenti aja. Setelah itu aku stop perawatan, cuma rajin bersihin muka aja sendiri, yaa hasilnya emang biasa aja gak ada yang spesial.

Seperti biasa, pasti ada kelebihan dan kekurangan nya kan, nah ini dia kelebihan kekurangan :
  • Kelebihan :
    • Cabangnya banyak jadi bisa pilih sesuai dengan lokasi terdekat kamu
    • Konsultasi gratis
    • Krim nya ringan dipake di kulit wajah dan ga lengket, dipake cukup sekali aja dalam sehari (gak ada pengulangan pemakaian dalam sehari)
    • Ada paket krim jadi bisa lebih murah. Dan paket krim nya disini sesuai sama pasien. Kalo kamu masih pelajar atau yang masih muda belia, biasa nya akan dikasih paket teen, kalo kamu yang udah mahasiswa atau udah kerja atau bukan muda remaja lagi, kamu pake paket woman. Dan kalo kamu pasien laki-laki kamu akan langsung dikasih paket men. 
    • Step by step perawatan nya bagus melihat kakak ku berhasil (tanpa pakai tirai/sunblock sekalipun selama perawatan)
    • Hasilnya bagus bersih cerah natural bukan mencolok putih obat dokter 
    • Kulit wajah gak merah kalo terpapar matahari
  • Kekurangan :
    • Hasil perawatan gak signifikan dan gak langsung bisa terlihat dalam waktu singkat
    • Biaya yang dibutuhkan cukup lumayan kalo kalian ambil reguler (bukan paket krim) biasanya size nya agak gede/lebih banyak daripada paket
Untuk Natasha kira-kira ini hasil paparan berdasarkan pribadiku sendiri, semoga yang temen-temen pertanyakan ada di jawabannya ditulisanku ini. Next aku kan nulis review skincare terakhir berdasarkan pengalaman aku. 


Skincare Review (part 2)


     Sebelumnya aku udah review salah satu skincare yang udah lumayan dikenal di Jakarta. Sekarang aku mau lanjut ke skincare kedua yang aku datengin. Setelah aku berhenti pake krim dari DL dan stop pake krim apapun, aku mulai gabetah sama keadaan muka yang jadi banyak muncul jerawat (banyak versi ku 5 juga namanya udah banyak) aku mulai mikirin lagi mau kemana untuk memperbaiki keadaan ini hehe akhirnya temen ku nyaranin dan ngajak aku ke skincare tempat dia perawatan. Dan aku udah tau skincare itu sebelumnya cuma gatau sebagus apa.

        Melihat teman dan kaka senior ku perawatan disitu dan mukanya kinclong, aku tertarik. Aku tipikal yang suka ngeliat ada buktinya dulu baru percaya, walau kadang suka berantem antara pikiran dan keinginan. Akhirnya kebetulan itu momen yang pas untuk perawatan, aku share info nya ke kakak ku dan kakakku tertarik dan mau juga untuk perawatan disitu.

        Skincare yang aku maksud adalah Jasper. Pasti banyak kan temen-temen dsini yang juga udah tau skincare ini. Skincare yang dicari sama ibu-ibu, anak sekolah, mahasiswa/i sampe ke ibu-ibu yang udah gak seharusnya perawatan tapi masih kesitu hahahaha....
Rata-rata orang kesini juga cuma untuk facial tanpa perawatan ke dokter, dan kalo mau facial aja disini BOLEH! 

          Disini, masalah jerawatku sebenernya juga sama aja, gak berat. Aku disaranin untuk perawatan facial aja karena facial ngeluarin kotoran muka salah satunya komedo, si penyebab jerawat. Aku nurut aja untuk di facial dan langsung facial, setelah beres facial, kulitnya enak bersih banget berasa ngga ada kotoran dimuka. Tapi jeleknya adalah, ketika aku mulai beberapa kali di facial, aku ngerasa pori-pori di muka ku jadi lebar terbuka dan malah bikin kotoran gampang masuk dan buat aku juga semakin gampang berkomedo :( Karena sebelumnya aku gapernah di facial dan ga semenjak di facial barulah aku ngerasa banyak banget komedo. 

         Skip masalah komedo, aku disini pertama kali dateng dan daftar jadi pasien baru, aku kena biaya sebesar Rp. 300.000an lebih sampe Rp. 400.000an gitu tapi less than Rp. 500.000. Dana itu udah termasuk obat minum untuk mengobati jerawat dari dalam, facial wash, toner, sunblock acne, day cream, night cream 1 dan ight cream 2.Waaaa banyak banget yaa? Jawabannya adalah IYA! Buuuuaaanyaakkk! Aku sempet kaget juga dapet krim sebanyak ini. Pagi 2 krim, malam 2 krim hahahaha agak beda yaa dari yang lain.

     Nah, krim nya kan dapet 2 macem tuh yang day cream dan night cream nya, jadi, day cream 1 itu biasanya adalah base creamnya, cream yang efeknya untuk mengobati si jerawat, kalo day cream 2 nya itu biasanya sunblock acne. Untuk jaga kulit wajah yang terpapar matahari supaya tetap terlindungi dari sinar UV. Night cream nya juga, night cream 1 biasanya adalah base cream fungsinya untuk mencerahkan, dan night cream 2 nya biasanya obat totol jerawat, cuma dipakein di bagian yang berjerawat aja.  Nanti kalo udah ada perubahan krimnya akan berubah lagi.

     Karena semua ada plus dan minus nya, disini aku mau bahas plus/minus Jasper Skincare:
  • Kelebihan :
    • Murah  (konsul gratis, harga krim nya standart)
    • Bisa konsul tiap minggu ke dokter sesuai jadwal dokter (gratis!)
    • Banyak varian facial nya (untuk yang mau facial doang)
    • Boleh milih dokter mau dokter siapa 
    • Hasilnya cukup memuaskan
    • Di muka ku, ngga ada efek merah-merah ketika kena matahari (kaya waktu DL)
    • Sangat di recommend untuk temen-temen yang perawatan dnegan uang sendiri
  • Kekurangan :
    • Dokternya suka-suka keluar tapi ngga ada konfirmasi dari pihak Jasper bahwa dokter yg biasa menangani kita sudah pindah/resign/dll
    • Kebanyakan macem nya jadi bikin bingung apalagi unuk yang bener-bener pemula banget ke skincare
    • Treatmen nya ngga jauh-jauh dari facial jadi yang kurang cocok di facial bingung mau menyetujui tindakan apa.

So, itu kelebihan dan kekuragan sih menurut pengalaman aku, mungkin kita punya pengalaman yang beda, silahkan boleh di ceritain di kolom comment hehe

Skincare Review

Skincare Review (part 1) 

          Hai Ladies, pasti dari kalian semua sudah gak asing dong dengan kata "SKINCARE".... Bahkan banyak dari temen-temen semua sudah punya langganan skincare ya hehehe. Eits tapi pasti ada juga temen-temen yang malah sama sekali mukanya masih murni belum tersentuh sama obat-obatan dari dokter iya kaan? Naaah, karena aku juga perempuan, aku mau review beberapa skincare yang udah pernah aku coba. Di blog kali ini aku bakal bandingin beberapa skincare yaaa karena judulnya review, jadi yaaa aku akan review haha..... Tapi aku buat post per post (per part) supaya dibaca nya enak fokusnya ke skincare yang mana gitu. Let's Start!

           Aku pertama kali nyoba skincare waktu baru lulus SMA. Kebetulan, di dekat SMA ku ada skincare yang udah lumayan dikenal banyak orang dan banyak juga cabangnya. Pertama ke skincare tuh muka ku biasa aja ngga punya masalah yang serius, masalahnya cuma kusam (gak kinclong kinyis-kinyis gituya hahaha) akibat  aku suka latihan voli outdoor jadi yaa sering terpapar matahari katanya dokter sih, dan beruntusan gitu (jerawat kecil-kecil gitu)cuma bukan masalah serius. 

          Nah klinik pertama ku itu DL Slim and Skincare, di Dermaga Klender, Jakarta Timur. Awal aku kesitu, aku daftar jadi pasien baru, terus digiring ke lt.2 untuk konsultasi sama dokternya dirung prakte. Disitu dijelasin dulu semuanya karena aku baru kan jadi aku dikasih info banyak dari makanan dan minuman yang harus dikurangi/dipantang sampe pola tidur yang baik. Terus dokter ngajak ke ruang praktek yang banyak bed nya itu untuk pasien, terus aku di foto mukanya, untuk perbandingan awal sebelum perawatan sampe setelah perawatan. Sesi foto selesai aku langsung di baringin di bed sama mba beautician, muka ku di bersihin dan mulai deh 'ritual' chemical peeling nya dimulai dan selesai kira-kira satu jam.

           Disana, untuk pertemuan pertaama kali terhitung sebagai pasien baru kita perlu siapin biaya sekitar Rp. 800.000an (waktu aku pertama kesitu mungkin sekarang sudah berubah/bisa juga tergantung pada kondisi muka pasien masing-masing bisa lebih murah atau malah lebih mahal) dengan harga segitu, kita sudah dapat : kartu pasien, chemical peeling, face wash, toner, day cream dan night cream.

           Dalam waktu 2minggu kita diminta untuk balik lagi kontrol hasil kerja krim yang kita pake dan hasil dari chemical peeling yang dilakukan di 2minggu sebelumnya. Dan jujur, saat itu muka ku udah kelihatan hasilnya. Untuk ukuran kurun waktu 2minggu aku cukup puas loh sama hasilnya. Terus pas kontrol di hari ke 15 setelah chemical peeling, aku di tindakan lagi, namanya microdermabrasi fungsinya untuk ngangkat sel kulit mati yang ada di kult wajah akibat chemical peeling sebelumya dan bikin wajah makin kinclong. Biayanya kalo nggak salah Rp.190.000an gitu. 

             Setelah microdermabrasi, aku gak pernah tindakan lagi. aku cuma jalanin krim dokternya aja, muka ku baguuuussss banget waktu itu. Puas sama hasilnya tetapi dibalik bagusnya, pasti ada jeleknya, dan jeleknya adalah aku ngerasa muka ku jadi lebih tipis kulit wajahnya dan yang paling BIG NO NO adalah muka ku merah kalo kena matahari :( kalo menurut akusih itu BIG NO NO banget. Akhirya aku berhentiin krimnya dan aku stop di DL. Dan setelaah aku berhenti, beberapa bulan aku mulai berjerawat dan muncul lah masalah baru di muka ku yaitu si jerawat-jerawat nakal.

          FYI, kalo di DL ini ketika kita krim nya ngga sengaja di aplikasiin di bagian wajah yang terlarang/sensitif (sudut/daerah bibir, lipatan hidung, sudut/daerah mata) bagian itu akan iritasi, kulitnya sampe kaya kebakar gitu awalnya pink, jadi merah, terus jadi coklat, dan akhirnya kering terus kelupas kulitnya dan kulit baguslah yang kamu dapat setelah proses menyakitkan tadi (menurutku menyakitkan huhu beneran)

So, kalo menurut aku, berdasarkan pengalaman pribadi, plus minus dari DL Slim and Skincare yaitu:
  • Plus :
    • Cabangnya banyak jadi bisa disesuaikan dengan lokasi yang terdekat dari rumah
    • Tekstur krim nya ringan gak lengket
    • Efek dari pemakaian krim nya cepet kelihatan hasilnya dan teksgak lengket
  • Minus :
    • Efek iritasi nya parah (sampe buat kulit macem kebakar)
    • Konsultasi nya bayar (kalo 3 bulan gak konsul, konsul selanjutnya kena biaya konsul)
    • Kulit jadi gampang merah kalo kena paparan sinar matahari
    • Terlalu sering tindakan jadi kulitnya menipis
    • Harga krim nya agak mahal (rates per krim nya antara 70-85rban)
    • Day cream nya dipake sehari 3x (pagi, siang, sore) jadi bakal cepet abis dan pasti beli daycream tiap bulan
    • Karena harganya agak lumayan untuk kalangan pelajar yang mau perawatan pake uang sendiri, jadi aku gak me-recommend kamu untuk kesini.
Nah kayaknya itu aja sih gambaran secara garis besar nya menurut pandangan dan pengalaman aku selama perawatan di DL. Next aku bakal review skincare yang lain stay tune!

Minggu

Tajuk Rencana Jurnalistik



Dokumen Panama dan Amnesti Pajak
Merebaknya skandal Dokumen Panama memunculkan pula desakan berbagai pihak untuk menyegerakan pembahasan Undang-Undang Amnesti Pajak. Terkait urgensi mempercepat pembahasan RUU Amnesti Pajak, sesungguhnya ada atau tidak Dokumen Panama, seharusnya jadi kebutuhan kita. Bukan hanya karena tuntutan untuk menutup bolong penerimaan pajak saat ini, melainkan juga kepentingan reformasi pajak lebih luas.

Kendati demikian, kepanikan pemerintah bisa dipahami. Dari target penerimaan pajak Rp. 1.369 triliun tahun 2016, hingga Maret baru terealisasi 14,3 persen. Melesetnya target pajak bukan hanya akan mengancam jalannya mesin birokrasi dan pembiayaan program prioritas pemerintah, khususnya infrastruktur, tetapi juga mengancam target pertumbuhan 2016. Sasaran pertumbuhan 5 persen bisa tak tercapai.

Dalam situasi saat ini, manuver menutup defisit APBN lewat utang tak leluasa ditempuh mengingat amanat konstitusi yang membatasi defisit APBN maksimum 3 persen dari PDB. Ekspansi utang luar negeri juga dihadapkan pada risiko kian membengkaknya beban cicilan/bunga dan risiko kurs. Sementara terus menggenjot penerbitan SUN akan menyedot sumber pembiayaan swasta di dalam negeri, akibat kebutuhan pemerintah yang sangat besar untuk menutup defisit.

Di sini urgensi amnesti pajak sebagai terobosan mengemuka. Lewat insentif amnesti pajak, pemerintah berharap bisa menarik Rp. 60 triliun-Rp. 100 triliun penerimaan pajak, dengan cara menarik dana WNI yanag selama ini lolos pajak dan ditempatkan di luar negeri. Setelah tertunda karena keberatan sebagian fraksi DPR yang mengaitkan kelanjutan pembahasan UU itu dengan revisi UU KPK, kita berharap pembahasan RUU Amnesti Pajak bisa segera dimulai dalam waktu dekat. 


Selain misi menutup defisit penerimaan pajak, momuntem bocornya Dokumen Panama dan amnesti pajak tentunya menjadi ujian keseriusan pemerintah dalam membenahi sistem perpajakan dan menindak wajib pajak nakal. Di sini pentingnya amnesti pajak tetap berpijak pada prinsip transparansi, keadilan, dan penegakan hokum agar jangan sampai hanya menjadi semacam karpet merah bagi pelaku tindak pidana seperti koruptor yang selama ini menyembunyikan dananya dari jangkauan aparat di negeri ini.


Source :

Investigasi Berita Jurnalistik

Berita Investigasi

Sekelebat, pentungan mendarat tepat di tubuh tikus berkumis panjang. Tak berdaya, tikus lalu dimasukan kedalam ember hitam. Tempat semua tikus sawah dan got hasil tangkapan dikumpulkan. Malam itu, Jarot *bukan nama sebenarnya* tidak sedang membersihkan sawah dari hama yang bernama tikus. Edi juga tidak berburu tikus got untuk membersihkan lingkungan disekitar rumah. Dia Berburu tikus untuk mengoplosnya dengan daging sapi. Kabarnya, daging-daging itu dipersiapkan untuk membuat BAKSO. BENARKAH? Apakah Jarot benar-benar tega mencampur daging sapi dengan daging tikus? Atau cerita diatas hanya isapan jempol belaka? Banyak kisah, dongeng, isu, gosip tentang bakso tikus yang beredar dimasyarakat. Tim menelusuri keberadaan bakso tikus ini.

Surprise! Kami menemukan praktik penjualan bakso tikus. Bukan hanya itu, dipasaran ternyata bakso juga tercampur dengan 6 zat kimia mematikan. termasuk bahan boraks alias bahan baku deterjen dan lem kayu. Mual? Jangan dulu! Sebab tidak semua bakso yang beredar mengandung boraks apalagi daging tikus. Lalu apa perbedaannnya? Dimana dijualnya?

Wartawan Investigasi yang menyelidiki tentang masalah bakso tikus ini sedang menjalankan sistem jurnalisme Investigasi. Dimana narasumber harus disembunyikan identitasnya, harus ada kamera tersembunyi, alat perekam tersembunyi, dan lain sebagainya. Tujuannya agar masyarakat luas tahu tentang kebenaran dan pada akhirnya dapat lebih berhati-hati dalam mengkonsumsi bakso yang akan mereka makan.


source :


Sabtu

News Jurnalistik

DKI JAKARTA MENUJU PON JABAR XIX 2016

Atlet bola voli pasir provinsi DKI Jakarta mematangkan latihan menuju PON Jabar XIX 2016. Perhelatan olahraga tingkat Nasional ini di laksanakan di Bandung 17/9/2016 sampai 29/9/2016. DKI Jakarta mengirimkan 2 tim putra dan 2 tim putri. Diharapkan dengan latihan yang matang, para atlet dapat menyumbangkan medali emas baik kelompok putra maupun putri. 

PON Jabar XIX 2016 ini menjadi perbincangan hangat terutama di kalangan para pecinta olahraga. Teraftar ada 44 jenis cabang olahraga yang di perlombakan pada PON XIX salah satu nya yaitu Bola Voli Pasir (Beach VolleyBall). DKI Jakarta mengikutsertakan atletnya pada cabang Voli Pasir dengan bekal latihan yang matang dan maksimal.


(source : private video *DKI 2 kiri*)

“Dengan adanya pematangan latihan dengan cara latih tanding ini, saya sebagai atlet merasa senang karena bekal kami menuju PON XIX bertambah. Dan dari situ kami bisa melihat, strategi apa lagi yang kurang dari kami berdua, atau mungkin masih ada kekurangan sehingga bisa kami benahi lagi.” Ujar Wisnu Adhi Brata sebagai atlet Voli Pasir DKI Jakarta 2.

“Semoga dengan adanya pematangan ini, kami juga semakin percaya diri untuk merebut gelar juara dan menyumbang emas untuk DKI Jakarta.” Tambah Satrio Adhi sebagai pasangan Wisnu Adhi Brata di DKI 2.

Koni dan Pengurus Kota yang terlibat dengan kegiatan para atlet juga menginformasikan bahwa pemerintah sudah menyiapkan anggaran tersendiri untuk memenuhi kebutuhan dan akomodasi para atlet, supaya atlet dapat melakukan kewajibannya (latihan) sebaik mungkin. Dan tak lupa, sudah disiapkan juga bonus untuk atlet yang dapat menyumbangkan medali emas untuk DKI Jakarta.

Hasil dari latihan keras selama Training Center meloloskan pasangan Wisnu Adhi Brata dan Satrio Adhi Nugroho ke babak 8 besar setelah mengalahkan tuan rumah dengan skor akhir 2-1 keunggulan DKI Jakarta 2.

(source : youtube/CNN News)

Minggu

Ilmu Sosial Dasar IV



Permasalahan Sosial dalam Lingkup Individu, Keluarga dan Masyarakat


Manusia Sebagai Makhluk Hidup
Individu berasal dari kata latin “individuum” artinya yang tidak terbagi, maka kata individu merupakan sebutan yang dapat digunakan untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata individu bukan berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan. Istilah individu dalam kaitannya dengan pembicaraan mengenai keluarga dan masyarakat manusia, dapat pula diartikan sebagai manusia.
Dalam pandangan psikologi sosial, manusia itu disebut individu bila pola tingkah lakunya bersifat spesifik dirinya dan bukan lagi mengikuti pola tingkah laku umum. Ini berarti bahwa individu adalah seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan-peranan yang khsa didalam lingkungan sosialnya, meliankan juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku spesifik dirinya. Didalam suatu kerumunan massa manusia cenderung menyingkirkan individualitasnya, karena tingkah laku yang ditampilkannya hamper identik dengan tingkah laku masa.
Dalam perkembangannya setiap individu mengalami dan dibebankan berbagai peranan, yang berasal dari kondisi kebersamaan hidup dengan sesame manusia. Seringakli pula terdapat konflik dalam diri individu, karena tingkah laku yang khas dirinya bertentangan dengan peranan yang dituntut masyarakatnya. Namun setiap warga masyarakat yang namanya individu wajar untuk menyesuaikan tingkah lakunya sebagai bagian dari perilaku sosial masyarakatnya. Keberhasilan dalam menyesuaikan diri atau memerankan diri sebagai individu dan sebagai warga bagian masyarakatnya memberikan konotasi “maang” dalam arti sosial. Artinya individu tersebut telah dapat menemukan kepribadiannya atau dengan kata lain proses aktualisasi dirinya sebagai bagian dari lingkungannya telah terbentuk.

Pertumbuhan Individu
Perkembangan manusia yang wajar dan normal harus melalui proses pertumbuhan dan perkembangan lahir batin. Dalam arti bahwa individu atau pribadi manusia merupakan keselurhan jiwa raga yang mempunyai cirri-ciri khas tersendiri. Walaupun terdapat perbedaan pendapat diantara para ahli, namun diakui bahwa pertumbuhan adalah suatu perubahan yang menuju kearah yang lebih maju, lebih dewasa. Timbul berbagai pendapat dari berbagai aliran mengenai pertumbuhan. Menurut para ahli yang menganut aliran asosiasi berpendapat, bahwa pertumbuhan pada dasarnya adalah proses asosiasi. Pada proses asosiasi yang primer adalah bagian-bagian. Bagian-bagian yang ada lebih dahulu, sedangkan keseluruhan ada pada kemudian. Bagian-bagian ini terikat satu sama lain menjadi keseluruhan asosiasi. Dapat dirumuskan suatu pengertian tentang proses asosiasi yaitu terjadinya perubahan pada seseorang secara tahap demi tahap karena pengaruh timbal balik dari pengalaman atau empiri luar melalui pancaindera yang menimbulkan sensations maupun pengalaman dalam mengenal keadaan batin sendiri yang menimbulkan sensation.
Menurut aliran psikologi gestalt pertmbuhan adalah proses diferensiasi. Dalam proses diferensiasi yang pokok adalah keseluruhan sedang bagian-bagian hanya mempunyai arti sebagai bagian dari keseluruhan dalam hubungan fungsional dengan bagian-bagian yang lain. Jadi menurut proses ini keselurhan yang lebih dahulu ada, baru kemudian menyusul bagian-bagiannya. Dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan ini adalah proses perubahan secara perlahan-lahan pada manusia dalam mengenal suatu yangsemula mengenal sesuatu secara keseluruhan baru kemudian mengenal bagian-bagian dari lingkungan yang ada.
Konsep aliran sosiologi tentang pertumbuhan menganggap pertumbuhan itu adalah proses sosialisasi yaitu proses perubahan dari sifat mula-mula yang asosial atau juga sosial kemudian tahap demi tahap disosialisasikan.

Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan:
1. Pendirian Nativistik. Menurut para ahli dari golongan ini berpendapat bahwa pertumbuhan itu semata-mata ditentukan oleh factor-faktor yang dibawa sejak lahir
2. Pendirian Empiristik dan environmentalistik. Pendirian ini berlawanan dengan pendapat nativistik, mereka menganggap bahwa pertumbuhan individu semata-nmata tergantung pada lingkungan sedang dasar tidak berperan sama sekali.
3. Pendirian konvergensi dan interaksionisme. Aliran ini berpendapat bahwa interaksi antara dasar dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu.

Tahap pertumbuhan individu berdasarkan psikologi :
1. Masa vital yaitu dari usia 0.0 sampai kira-kira 2 tahun.
2. Masa estetik dari umur kira-kira 2 tahun sampai kira-kira 7 tahun
3. Masa intelektual dari kira-kria 7 tahun sampai kira-kira 13 tahun atau 14 tahun
4. Masa sosial, kira-kira umur 13 atau 14 tahun sampai kira-kira 20 – 21 tahun

Masalah sosial dalam masyarakat
Masyarakat (sebagai terjemahan istilah society) adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata “masyarakat” sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur.
Masalah sosial muncul dari berbagai kekurangan dari manusia atau kelompok sosial yang bersumber pada faktor-faktor ekonomis,biologis,biopsikologis dan kebudayaan.Berikut ini klasifikasi masalah sosial didasarkkan atas sumber sumber tersebut
Keluarga merupakan asal dasar permulaan hidup manusia, karenanya bila terjadi masalah dalam keluarga tentunya akan mempengaruhi keadaan sosial dari anggota keluaganya. Contoh dari masalah-masalah sosial terjadi dalam keluarga antara lain :

1. Permasalahan perceraian orang tua
Permasalahan perceraian orang tua merupakan salah satu masalah sosial dalam keluaga yang cukup banyak terjadi dilingkungan kita saat ini. Masalah ini akan lebih menekan keadaan sosial dari anak-anak nya dalam keluarga. Anak yang ayah dan ibunya berpisah biasanya akan selalu menyendiri atau terkadang anak menjadi susah dikendalikan, alhasil anak-anak dari keluaga tersebut akan lebih mudah terpengaruh oleh lingkungan yang berada disekitarnya. Contoh : Bani adalah anak dari keluarga yang orang tuanya berpisah. Karena hal itu  Bani lebih sering diluar rumah dibandingkan dengan dirumahnya. Sampai-sampai ia membenci orang tuanya. Ia lebih percaya dengan temannya dibandingkan orang tuanya sehingga ia terbawa dengan temannya, ia mulai mengikuti temannya seperti merokok. Dan pada akhirnya ia ikut-ikutan temannya mencoba narkoba sampai akhirnya ia kecanduan narkoba. Dari contoh tersebut dapat kita simpulkan bahwa perceraian orang tua merupakan masalah sosial keluarga yang sangat mempengeruhi mental anak sehingga menjadi lemah dan kehilangan akal sehatnya. Oleh sebab itu, orang yang mengalami seperti ini harus diberikan perhatian khusus sehingga tidak terjebak dalam lingkungan sosialnya yang negatif.

2. Permasalahan Perekonomian
Masalah Perekonomian merupakan salah satu faktor yang memicu masalah sosial dalam keluarga. Keadaan ekonomi yang kurang menentu kadang membuat seluruh anggota keluarga tersebut  bertindak secara tidak rasional dan menghilangkan nilai moralnya. contohnya : Redy seorang anak dari keluarga yang bercukupan. Namun pada suatu hari ia ingin mengupgrade komputernya. Setelah itu ia meminta pada orang tuanya, namun sayang orang tuanya akhirnya menolaknya dengan alasan hal tersebut tidak terlalu mendesak namun Redy memaksa. Namun akhirnya ia hanya mendapatkan amarah orang tuanya yang sudah kelelahan mecari uang. akhirnya Redy mencuri uang orang tuanya secara diam-diam untuk membeli apa yang dia inginkan. Dari contoh tersebut walaupun tidak secara langsung masalah terjadi dalam keluarga namun salah anggota keluarga akan merasakan suatu tekanan sehingga ia akan berbuat tanpa berfikir dengan jernih.

3. Permasalahan Harmonisasi keluarga
Harmonisasi Keluarga merupakan masalah sosial dalam keluarga. Hal ini tidak jauh berbeda dengan perceraian orang tua. Ketidak harmonisan membuat anggota keluarga tidak betah berkumpul bersama keluarga bahkan hingga tidak betah terhadap rumahnya sendiri. Sehingga keluarga tersebut lebih senang aktivitas personalnya diluar rumah. permasalahan sosial ini tentunya akan mempengaruhi keadaan mental dan psikis anggota keluarga tersebut terlebih lagi anak-anak. Anak-anak akan merasa tertekan dan merasa kurang betah bahkan membenci keluarganya. contoh: Pangki merupakan anak tunggal dari pengusaha kaya. Namun sayangnya dirumahnya ia hanya mendapatkan pertengkaran-pertengkaran dari orang tuanya, alhasil ia kekurangan orang tuanya. Setiap ia bersama orang tuanya ia hanya mendapatkan amarahnya saja. Akhirnya Pangki pun stress dan kabur keluar rumah, ia mengikuti ajakan teman-temanya yang negatif. dan akhirnya ia moralnya menjadi rusak dan tak terkendali lagi. Dari contoh diatas seseorang dari keluarga yang tidak harmonis akan kekurangan perhatian dan kasih sayang. Oleh karenanya orang dalam masalah sosial tersebut harus mendapatkan arahan dan kasih sayang yang positif dari lingkungannya.

4. Permasalahan lingkungan sosial
Permasalahan yang satu ini pasti akan dirasakan pada setiap keluarga. Setiap keluarga pastinya akan melakukan interaksi pada lingkungan sosialnya. Lingkungan akan dengan cepat menilai keadaan sosial dalam keluarga tersebut. Namun lingkungan sosial dapat membuat masalah dalam sebuah keluarga. Contoh: keluarga Rezy merupakan keluarga yang baik dan bermoral. Namun pada suatu saat keluarga tersebut pindah dalam suatu lingkungan yang kurang baik. Setelah beberapa lama anak-anak dari Rezy menjadi pembantah semua, akhirnya sering terjadi pertengkaran keluarga dan menyebabkan keluarga tidak harmonis lagi. Dari contoh diatas lingkungan sosial merupakan suatu masalah dalam keluarga. Apabila keluarga tidak memiliki moral yang kuat maka lingkungan akan dengan mudah menggoyahkan keluarga tersebut. Oleh karena itu untuk menghadapinya keluarga harus ditanamkan moral dan prinsip secara konsisten sehingga tidak mudah terpengaruh terhadap lingkungan sosial.
Dari beberapa permasalahan yang dibahas ada beberapa faktor yang cukup membuat masalah sosial dalam keluarga yaitu faktor moral, prinsip, keyakinan, dan sosialisasi. oleh sebab itu keluarga harus menanamkan moral, prinsip, keyakinan, dan sosialisasi semenjak dini sehingga sudah tertanam kuat dalam masing-masing anggota keluarga.





Source :
  1. http://fuadbaskara.blogspot.co.id/2012/10/manusia-sebagai-mahluk-individu.html
  2. https://www.google.co.id/search?q=ilmu+sosial+dasar&oq=ilmu+sosial+dasar&aqs=chrome..69i57j0l5.4466j0j8&sourceid=chrome&es_sm=93&ie=UTF-8#q=contoh+masalah+individu+keluarga+dan+masyarakat

Ilmu Sosial Dasar III



PERKEMBANGAN BAHASA DAN PERKEMBANGAN SOSIAL


A.PERKEMBANGAN SOSIAL
1.Pengertian Perkembangan Hubungan Sosial
            Beberapa teori tentang perkembangan manusia telah mengungkapkan bahwa manusia tumbuh dan berkembang dari masa bayi ke masa dewasa melalui beberapa langkah dan jenjang. Kehidupan anak dalam menelusuri perkembangannya itu pada dasarnya merupakan kemampuan mereka berinteraksi dengan lingkungan. Pada proses integrasi dan interaksi ini faktor intelektual dan emosional mengambil peranan penting. Proses tersebut merupakan proses sosialisasi yang mendudukkan anak- anak sebagai insan yang secara aktif melakukan proses sosialisasi.
Manusia tumbuh dan berkembang di dalam lingkungan. Lingkungan itu dapat dibedakan atas lingkungan fisik dan lingkungan sosial. Lingkungan sosial memberikan banyak pengaruh terhadap pembentukan berbagai aspek kehidupan,  terutama kehidupan sosio- psikologis. Manusia sebagai makhluk sosial, senantiasa berhubungan dengan sesama manusia. Bersosialisasi pada dasarnya merupakan proses penyesuaian diri terhadap lingkungan kehidupan sosial, bagaimana seharusnya seseorang hidup di dalam kelompoknya, baik dalam kelompok kecil maupun kelompok masyarakat luas. Interaksi seseorang dengan manusia lain diawali sejak saat bayi lahir, dengan cara yang amat sederhana. Sepanjang kehidupannya pola aktivitas sosial anak mulai terbentuk. Menurut Piaget interaksi sosial anak pada tahun pertama sangat terbatas, terutama hanya dengan Ibunya. Perilaku sosial anak tersebut berpusat pada akunya atau egocentric dan hampir keseluruhan perilakunya berpusat pada dirinya. Bayi belum banyak memperhatikan lingkungannya; dengan demikian apabila kebutuhan dirinya telah terpenuhi, bayi itu tidak peduli lagi terhadap lingkungannya, sisa waktu hidupnya digunakan untuk tidur. Pada tahun kedua, anak sudah belajar kata “tidak” dan sudah mulai belajar “menolak” lingkungan, seperti mengatakan “tidak mau ini”,”tidak mau itu”,”tidak pergi”, dan semacamnya. Anak telah mulai mereaksi lingkungan secara aktif, ia telah belajar membedakan dirinya daripada orang lain, perilaku emosionalnya telah mulai berkembang dan lebih berperan. Perkenalan dan pergaulan dengan manusia lain segera menjadi semakin luas; ia mengenal kedua orang tuanya, anggota keluarganya, teman bermain sebaya, dan teman- teman sekolahnya. Pada umur- umur selanjutnya, anak mulai belajar di sekolah, mereka mulai belajar mengembangkan interaksi sosial dengan belajar menerima pandangan kelompok (masyarakat), memahami tanggung jawab dan pengertian dengan orang lain. Menginjak masa remaja, interaksi dan pengenalan atau pergaulan dengan teman sebaya terutama lawan jenis menjadi semakin penting. Pada akhirnya pergaulan sesama manusia menjadi suatu kebutuhan.
            Kebutuhan bergaul dan berhubungan dengan orang lain, telah mulai dirasakan sejak anak berumur enam bulan, di saat anak itu telah mampu mengenal manusia lain, terutama Ibu dan anggota keluarganya. Anak mulai mengenal dan mampu membedakan arti senyum dan perilaku sosial yang lain, seperti marah (tidak senang mendengar suara keras) dan kasih sayang. Akhirnya setiap orang menyadari bahwa manusia saling membutuhkan.

2.Karakteristik Perkembangan Sosial Remaja
            Remaja adalah tingkat perkembangan anak yang telah mencapai jenjang menjelang dewasa. Pada jenjang ini, kebutuhan remaja telah cukup kompleks, cakrawala interaksi sosial dan pergaulan remaja telah cukup luas. Dalam penyesuaian diri terhadap lingkungannya, remaja telah mulai memperhatikan dan mengenal berbagai norma pergaulan, yang berbeda dengan norma yang berlaku sebelumnya didalam keluarganya. Remaja menghadapi berbagai lingkungan, bukan saja bergaul dengan berbagai kelompok umur. Remaja mulai memahami norma pergaulan dengan kelompok  remaja, kelompok anak- anak, kelompok dewasa, dan kelompok orang tua. Pergaulan dengan sesama remaja lawan jenis dirasakan yang paling penting tetapi cukup sulit, karena disamping harus memperhatikan norma pergaulan sesama remaja, juga terselip pemikiran adanya kebutuhan masa depan untuk memilih teman hidup.
            Kehidupan sosial pada jenjang remaja ditandai dengan menonjolnya fungsi intelektual dan emosional. Seseorang remaja dapat mengalami sikap hubungan sosial yang bersifat tertutup sehubungan dengan masalah yang dialami remaja. Keadaan atau peristiwa ini oleh Erick Erickson (dalam Lefton, 1982: 281) dinyatakan bahwa anak telah dapat mengalami krisis identitas diri dan konsep diri seseorang adalah sesuatu yang kompleks. Konsep diri anak tidak hanya terbentuk dari bagaimana anak percaya tentang keberadaan dirinya sendiri, tetapi juga terbentuk dari bagaimana orang lain percaya tentang keberadaan dirinya. Erickson mengemukakan bahwa perkembangan anak sampai jenjang dewasa melalui 8 (delapan) tahap dan perkembangan remaja ini berada pada tahap keenam dan ketujuh, yaitu masa anak ingin menentukan jati dirinya dan memilih kawan akrabnya. Seringkali anak menemukan jati dirinya sesuai dengan atau berdasarkan pada situasi kehidupan yang mereka alami. Banyak remaja yang amat percaya pada kelompok mereka dalam menemukan jati diri seseorang yang didorong oleh pengaruh sosiokultural.Tidak seperti halnya pandangan Freud, kehidupan sosial remaja (pergaulan dengan sesama remaja terutama dengan lawan jenis) didorong oleh dan berorientasi pada kepentingan seksual. Semua perilaku sosial didorong oleh kepentingan seksual.
            Pergaulan remaja banyak diwujudkan dalam bentuk kelompok, baik kelompok kecil maupun kelompok besar. Dalam menetapkan pilihan kelompok yang diikuti, didasari oleh berbagai penimbangan, seperti moral, sosial ekonomi, minat dan kesamaan bakat, dan kemampuan. Baik di dalam kelompok kecil maupun kelompok besar, masalah yang umum dihadapi oleh remaja dan paling rumit adalah faktor penyesuaian diri.
            Nilai positif dalam kehidupan kelompok adalah tiap anggota kelompok belajar berorganisasi, memilih pemimpin, dan mematuhi aturan kelompok. Sekalipun dalam hal- hal tertentu tindakan suatu kelompok kurang memperhatikan norma umum yang berlaku di dalam masyarakat, karena yang lebih diperhatikan adalah keutuhan kelompoknya.
            Penyesuaian diri di dalam kelompok kecil, kelompok yang terdiri dari pasangan remaja berbeda jenis sekalipun, tetap menjadi permasalahan yang cukup berat. Di dalam proses penyesuaian diri, kemampuan intelektual dan emosional mempunyai pengaruh yang kuat. Saling pengertian akan kekurangan masing- masing dan upaya menahan sikap menonjolkan diri atau tindakan dominasi terhadap pasangannya, diperlukan tindakan intelektual yang tepat dan kemampuan menyeimbangkan pengendalian emosional. Dalam hal hubungan sosial yang lebih khusus, yang mengarah ke pemilihan pasangan hidup, pertimbangan faktor agama dan suku ini bukan saja menjadi kepentingan masing- masing individu yang bersangkutan, tetapi dapat menyangkut kepentingan keluarga dan kelompok yang lebih besar (sesama agama atau sesama suku).

3.Faktor- Faktor yang Mempengaruhi Perkembangan Sosial
            Perkembangan sosial manusia dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu : keluargakematangan anak, status sosial ekonomi keluarga, tingkat pendidikan, dan kemampuan mental terutama emosi dan intelegensi.

a.    Keluarga
            Keluarga merupakan lingkungan pertama yang memberikan pengaruh terhadap berbagai aspek perkembangan anak, termasuk perkembangan sosialnya. Di dalam keluarga berlaku norma- norma kehidupan keluarga, dan dengan demikian pada dasarnya keluarga merekayasa perilaku kehidupan budaya anak. Proses pendidikan yang bertujuan mengembangkan kepribadian anak lebih banyak ditentukan oleh keluarga. Pola pergaulan dan bagaimana norma dalam menempatkan diri terhadap lingkungan yang lebih luas ditetapkan dan diarahkan oleh keluarga.


b.    Kematangan
            Bersosialisasi memrlukan kematangan fisik dan psikis. Untuk mampu mempertimbangkan dalam proses sosial,memberi dan menerima pendapat orang lain,memerlukan kematangan intelektual dan emosional. Dengan demikian,untuk mampu bersosialisasi dengan baik di perlukan kematangan fisik sehingga setiap orang fisiknya telah mampu menjalankan fungsinya dengan baik.

c.    Status Sosial Ekonomi
            Kehidupan sosial banyak dipengaruhi oleh kondisi atau status kehidupan sosial keluarga dalam lingkungan masyarakat. Masyarakat akan memandang anak,bukan sebagai anak yang independen,akan tetapi akan dipandang dalam konteksnya yang utuh dalam keluarga anak itu,”ia anak siapa”. Secara tidak langsung dalam pergaulan sosial anak,masyarakat dan kelompoknya akan memperhitungkan norma yang berlaku di dalam keluarganya. Sehubungan dengan hal itu,dalam kehidupan sosial anak akan senantiasa “menjaga” status sosial dan ekonomi  keluarganya . Dalam hal tertentu ,maksud “menjaga status sosial keluarganya” itu mengakibatkan menempatkan dirinya dalam pergaulan sosial yang tidak tepat. Hal ini akan berakibat lebih jauh,yaitu anak menjadi “terisolasi” dari kelompoknya. Akibat lain mereka akan membentuk kelompok elit dengan normanya sendiri.

d.    Pendidikan
            Pendidikan merupakan proses sosialisasi anak yang terarah. Hakikat pendidikan sebagai proses pengoperasian ilmu yang normatif,akan memberi warna kehidupan sosial anak di dalam masyarakat dan kehidupan mereka dimasa yang akan datang.

e.     Kapasitas Mental (Emosi dan Inteligensi)
            Kemampuan berfikir banyak mempengaruhi banyak hal,seperti kemampuan belajar,memecahkan masalah dan berbahasa. Perkembangan emosi, seperti yang telah diuraikan, berpengaruh sekali keberhasilan terhadap perkembangan sosial anak. Anak yang berkemampuan intelektual tinggi akan berkemampuan berbahasa secara baik. Oleh karena itu,kemampuan intelektual tinggi,kemampuan berbahasa baik,dan pengendalian emisional secara seimbang sangat menentukan keberhasilan dalam perkembangan sosial anak.
            Sikap saling pengertian dan kemampuan memahami orang lain merupakan modal utama dalam kehidupan sosial dan hal ini akan dengan mudah dicapai oleh remaja yang berkemampuan intelektual tinggi. Seorang jenius atau superior sukar untuk bergaul dengan kelompok sebaya,karena pemahaman mereka telah setingkat dengan kelompok umur yang lebih tinggi. Sebaliknya kelompok umur yang lebih tinggi (dewasa) tepat “menganggap” dan “memperlakukan” mereka sebagai anak-anak.

4. Pengaruh Perkembangan Sosial terhadap Tingkah Laku
            Dalam perkembangan sosial para dapat memikirkan perihal dirinya dan orang lain. Pemikiran itu terwujud dalam refleksi diri,yang sering mengarah kepenilaian diri dan kritik dari hasil pergaulannya dengan orang lain. Hasil penilaian tentang dirinya tidak selalu diketahui orang lain,bahkan sering terlihat usaha seseorang untuk menyembunyikan atau merahasiakannya. Dengan refleksi diri,hubungan dengan situasi lingkungan sering tidak sepenuhnya diterima,karena lingkungan tidak senantiasa sejalan dengan konsep dirinya yang tercermin sebagai suatu kemungkinan bentuk tingkah laku sehari –hari.
            Pikiran remaja sering dipengaruhi oleh ide-ide dari teori -teori yang menyebabkan sikap kritis terhadap situasi dan orang lain,termasuk orangtuanya. Setiap pendapat oranglain dibandingkan dengan teori yang diikuti atau diharapkan.Sikap kritis ini juga ditunjukan dalam hal-hal yang sudah umum baginya pada masa sebelumnya,sehingga tata cara,adat istiadat yang berlaku di lingkungan keluarga sering terasa terjadi ada pertentangan dengan sikap kritis yang tampak pada perilakunya.
            Kemampuan abstraksi menimbulkan kemampuan mempermasalahkan kenyataan dan peristiwa – peristiwa dengan keadaan bagaimana yang semestinya menurut alam pikirannya. Situasi ini (yang diakibatkan kemampuan abstraksi ) akhirnya dapat menimbulkan perasaan tidak puas dan putus asa.
            Disamping itu pengaruh egosentris masih sering terlihat pada pikiran remaja.
1) Cita –cita dan idealisme yang baik,terlalu menitikberatkan pikiran sendiri,tanpa memikirkan akibat lebih jauh dan tanpa memperhitungkan kesulitan praktis yang mungkin menyebabkan tidak berhasilnya menyelesaikan persoalan.
2) Kemampuan berpikir dengan pendapat sendiri, belum disertai pendapat orang lain dalam penilaiannya. Masih sulit membedakan pokok perhatian orang lain daripada tujuan perhatian diri sendiri. Pandangan dan penilaian diri sendiri dianggap sama dengan pandangan oranglain mengenai dirinya.
            
Pencerminan sifat egois sering dapat menyebabkan “kekakuan” para remaja dalam cara berfikir maupun bertingkah laku. Persoalan yang timbul pada masa remaja adalah banyak bertalian dengan perkembangan fisik yang dirasakan mengganggu dirinya dalam bergaul, karena disangkanya, perang lain sepikiran dan ikut tidak puas mengenai penampilan dirinya. Hal ini menimbulkan perasaan “seperti” selalu diamati orang lain, perasaan malu, dan membatasi gerak geriknya. Akibat dari hal ini akan terlihat pada tingkah laku yang canggung.
            Proses penyesuaian diri yang dilandasi sifat egonya dapat menimbulkan reaksi lain dimana remaja itu justru melebih –lebihkan diri dalam penilaian diri. Mereka merasa dirinya “ampuh” atau “hebat” sehingga berani menantang malapetaka dan menceburkan diri dalam aktivitas yang acap kali dipikirkan atau direncanakan. Aktivitas yang dilakukan pada umumnya tergolong aktivitas yang membahayakan.
            Melalui banyak pengalaman dan penghayatan kenyataan serta dalam menghadapi pendapat orang lain,maka sifat ego semakin berkurang. Pada akhir masa remaja pengaruh egosintrisitas sudah sedemikian kecilnya,sehingga remaja sudah dapat berhubungan dengan orang lain tanopa meremehkan pendapat dan pandangan orang lain.


5. Perbedaan Individual dalam Perkembangan Sosial
            Bergaul dengan sesama manusia (sosialisasi) dilakukan oleh setiap orang,baik secara individual maupun berkelompok. Dilihat dari berbagai aspek,terdapat perbedaan individual manusia,yang hal itu tampak juga dalam perkembangan sosialnya.
            Sesuai dengan teori komprehensif tentang perkembangan sosial yang dikembangkan oleh erickson, maka di dalam upaya memenuhi kebutuhan hidupnya setiap manusia menempuh langkah yang berlainan satu dengan yang lain. Dalam teori Erickson dinyatakan bahwa manusia(anak) hidup dalam kesatuan budaya yang utuh,alam dan kehidupan masyarakat menyediakan segala hal yang dibutuhkan manusia. Namun sesuai dengan minat,kemampuan,dan latar belakang kehidupan budayanya maka berkembang kelompok – kelompok sosial yang beranekaragam.
Remaja yang telah memulai mengembangkan kehidupan bermasyarakat,maka telah mempelajari pola – pola sosial yang sesuai dengan kepribadiannya.


6. Upaya Pengembangan Hubungan Sosial Remaja dan Implikasinya dalam Penyelenggaraan Pendidikan

            Remaja dalam masa mencari dan ingin menentukan jati dirinya memiliki sikap yang terlalu tinggi menilai dirinya atau sebaliknya. Ia (mereka) bel;um memahami benar tentang norma – norma sosial yang berlaku di dalam kehidupan bermasyarakat. Keduanya dapat menimbulkan hubungan sosial yang kurang serasi, karena ia (mereka) sukar untuk menerima norma sesuai dengan kondisi dalam kelompok atau masyarakat. Sikap menentang dan sikap canggung dalam pergaulan akan merugikan kedua belah pihak. Kesepakatan norma kehidupan remaja yang berbeda dengan kelompok lain,mungkin kelompok remaja lain, kelompok dewasa, dan kelompok anak –anak, akan dapat menimbulkan perilaku social  yang kurang atau tidak dapat diterima oleh umum. Tidak sedikit perilaku yang belebihan (over acting) akan muncul.
            Penciptaan kelompok sosial remaja perlu dikembangkan untuk memberikan rangsangan kepada mereka kearah perilaku yang bermanfaat dan dapat diterima khalayak. Kelompok olahraga,koperasi,kesenian dan semacamnya di bawah asuhan para pendidik di sekolah atau para tokoh masyarakat didalam kehidupan masyrakat perlu banyak dibentuk. Khusus didalam sekolah perlu sering diadakan kegiatan bakti social,bakti karya, dan kelompok – kelompok belajar dibawah asuhan para guru pembimbing kegiatan ini hendaknya di kembangluaskan.     
  
B.PERKEMBANGAN BAHASA
1. Pengertian Perkembangan Bahasa

Sesuai dengan fungsinya,bahasa merupakan alat komunikasi yang digunakan oleh seseorang dalam pergaulannya atau hubungannya dengan orang lain. Bahasa merupakan alat bergaul. Oleh karena itu, penggunaan bahasa menjadi efektif sejak seorang individu memerlukan berkomunikasi dengan orang lain. Bahasa diperlukan sejak manusia bayi dan mulai berkomunikasi dengan orang lain.
Perkembangan bahasa terkait dengan perkembangan kognitif, yang bebrarti faktor intelek sangat berpengaruh terhadap perkembangan kemampuan berbahasa. Perkembangan bahasa dipengaruhi oleh lingkungan, karena bahasa pada dasarnya merupakan hasil belajar dari lingkungan. Anak (bayi) belajar bahasa seperti halnya belajar hal lain, meniru dan mengulang kata yang diucapkan oleh orang lain yang merupakan cara belajar bahasa awal pada bayi. Manusia dewasa (terutama ibunya) di sekelilingnya membetulkan dan memperjelas kata-kata yang salah. Belajar bahasa yang sebenarnya baru dilakukan oleh anak berusia 6 - 7 tahun, di saat anak mulai bersekolah.

2. karakteristik perkembangan bahasa remaja

Bahasa remaja adalah bahasa yang telah berkembang. Anak remaja telah banyak belajar dari lingkungan. Dengan demikian bahasa remaja terbentuk dari kondisi lingkungan. Lingkunga remaja encakup lingkungan keluarga, masyarakat, dan khususnya pergaulanteman sebaya dan lingkungan sekolah. Pola bahasa yang dimiliki adalah bahasa yang berkembang di dalam keluarga atau bahasa ibu.
Perkembangan bahasa remaja dilengkapi dan diperkaya oleh lingkungan masyarakat di mana mereka tinggal. Bersamaan dengan kehidupannya di dalam masyarakat luas, anak(remaja) mengikuti proses belajar di sekolah. Pengaruh pergaulan di dalam masyarakat terkadang sangat menonjol, sehingga bahasa anak (remaja) menjadi lebih diwarnai pola bahasa pergaulan yang berkembang di dalam kelompok teman sebaya.
Pengaruh lingkungan yang berbeda antara keluarga, masyarakat, dan sekolah dalam perkembangan bahasa akan menyebabkan perbedaan antara anak yang satu dengan yang lain. Hal ini ditunjukkan dengan pemilihan dan penggunaan kosa kata sesuai dengan tingkat sosial keluarganya. Keluarga dari masyarakat lapisan berpendidikan rendah atau buta huruf akan banyak menggunakan bahasa pasar, bahasa sembarangan, dengan istilah-istilah yang kasar. Masyarakat yang terdidik yang pada umumnya memiliki status sosial yang baik, akan menggunakan istilah-istilah yang lebih efektif, dan pada umunya anak-anak remajanya juga juga berbahasa secara lebih baik.

3. Faktor- faktor yang memengaruhi perkembangan bahasa

Bebahasa terkait erat dengan kondisi pergaulan. Oleh karena itu, perkembangannya dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pada perkembangan bahasa terdapat 2 faktor yang mempengaruhinya yaitu faktor biologis, umur dan kecerdasan anak, dan faktor lingkungan.

1. Faktor Biologis

Ada beberapa komponen dalam membahas faktor biologis di perkembangan bahasa, di antaranya :

 Evolusi Biologis
      Para ahli percaya bahwa evolusi biologis membentuk manusia ke dalam makhluk linguistik. Berkenaan dengan evolusi biologis,otak, sistem syaraf dan sistem vokal berubah selama beratus-ratus ribu tahun. Diperkirakan manusia mendapat bahasa bervariasi selama beribu tahun yang lalu.


 Ikatan Bilogis
      Anak-anak dilahirkan di dunia dilengkapi dengan alat pemerolehan bahasa (language acquisition device=LAD) yaitu ikatan biologis yang memungkinkan anak mendeteksi bahasa tertentu. LAD adalah suatu kemampuan gramatikal yang dibawa sejak lahir yang mendasari semua bahasa manusia.

Peranan Otak dalam Perkembangan Bahasa
      Berdasarkan hasil penelitian Gazzaniaga dan Sperry ( Santrock & Yussen) bahwa proses bahasa itu dikontrol oleh belahan otak sebelah kiri.Jadi apabila ada seseorang yang mengalami gangguan otak terutama otak kiri,pasti dia akan sulit untuk melakukan perkembangan bahasa. Karena pada otak kiri terdapat suatu area yang bernama ” wernick’s area” yang berfungsi untuk pemahaman bahasa.Dan apabila kerusakan otak pada seseorang terjadi pada area ini sering terjadi pembicaraan yang tak berarti atau mengoceh.

Apakah Binatang Memiliki Bahasa?
      Pada kenyataannya tidaklah diragukan bahwa beberapa binatang mempunyai sistem komunikasi yang menakjubkan dan sederhana, serta komunikasinya yaitu adaptif dalam memberikan tanda bahaya, ada makanan dan kebutuhan seksual.

Periode Kritis Belajar Bahasa
      Masa yang sangat penting untuk mengembangkan dialek bahasa anak yaitu pada usia sebelum 12 tahun. Untuk memahami periode kritis belajar bahasa kita dapat melihat contoh yaitu dimana ada seorang anak yang dari kecil dibesarkan di lingkungan yang salah. Dia dibesarkan oleh keluarga dengan cara kekerasan dan tidak diajarkan bahasa sama sekali, sehingga dia tidak dapat berbicara hingga umur 12 tahun lebih. Dan ketika ditemukan dan anak itu diberi latihan untuk bicara, dia hanya mampu mengucapkan beberapa kata saja.

Dengan kejadian ini kita tahu bahwa mengajarkan bahasa pada anak harus dari usia dini, dan tidak hanya melihat dari faktor biologis saja, tetapi harus melihat faktor lingkungan, karena merupakan faktor penting dalam pengembangan bahasa.

2.  Umur dan Kecerdasan Anak
          Manusia bertambah umur akan semakin matang pertumbuhan fisiknya, bertambah pengalaman , dan meningkat kebutuhannya. bahasa seseorang akan berkembang sejalan dengan pertambahan pengalaman dan kebutuhannya. factor fisik akan ikut mempengaruhi sehubungan semakin sempurnanya pertumbuhan organ bicara kerja otot-otot untuk melakukan gerakan-gerakan dan isyarat. pada masa remaja perkembangan biologis yang menunjang kemampuan berbahasa telah mencapai tingkat kesempurnaan, dengan dibarengi oleh perkembangan tingkat intelektual anak akan mampu menunjukkan cara berkomunikasi dengan baik.
            Untuk meniru lingkungan tentang bunyi atau suara, gerakan, dan mengenal tanda-tanda, memerlukan kemampuan motrik yang baik. kemampuan motorik seseorang berkolerasi positif dengan kemampuan intelektual atau tingkat berfikir. ketepatan meniru, memproduksi perbendaharaan kata-kata yang diingat, kemampuan menyusun kalimat.

3.  Faktor Lingkungan
          Seperti kita tahu bahwa dalam belajar bahasa kita tidak dapat melakukan dalam keadaan sepi tetapi kita membutuhkan interaksi dengan orang lain. Terdapat beberapa hal yang penting dalam perkembangan bahasa yaitu perubahan kultural dan konteks sosiokultural bahasa, dukungan terhadap bahasa dan pandangan behavioral.

·  Perubahan Kultural dan Konteks Sosiokultural Bahasa
Kekuatan sosial membuat manusia untuk lebih mengembangkan cara berkomunikasi dengan orang lain.Konteks sosiokultural terus menerus memainkan suatu peranan yang penting dalam perkembangan bahasa akhir-akhir ini. Vygotsky mengemukakan bahwa peranan orang dewasa sangat penting untuk membantu perkembangan bahasa anak. Serta psikologi lain yaitu Brunner juga menekankan bahwa orang dewasa atau orang tua sangat penting unutk mengembangkan komunikasi anak . Jadi begitu besar peranan orang tua, atau guru dalam perkembangan bahasa anak, agar anak mencapai perkembangan yang optimal.

·  Dukungan Sosial untuk Perkembangan Bahasa
Terdapat dukungan sosial dalam perkembangan bahasa anak yaitu:
a) Motherese yaitu cara seorang ibu dalam berkomunikasi dengan bayi, serta dengan kata-kata dan kalimat yang sederhana. Motherese sulit dilakukan tanpa adanya bayi, tetapi motherese mempunyai peranan penting dalam mempermudah perkembangan bahasa anak sejak usia dini.
b) Recasting yaitu membuat frase yang sama dari suatu kalimat dengan cara berbeda, mungkin dengan cara mengemukakannya dalam pertanyaan,
c) Echoing yaitu mengulangi apa yang akan dikatakan kepada kita, terutama jika kata-kata tersebut belum benar.
d) Expanding yaitu menyatakan kembali apa yang anak telah katakan kepada kita dengan linguistik yang lebih baik.

          Orang tua dan guru merupakan komponen penting dalam perkembangan bahasa anak,karena peranannya sebagai model bahasa dan pengoreksi atas kesalahan anak. Jadi apabila orang tua dan guru dapat berperan aktif , maka anak akan mengalami perkembangan bahasa yang positif.
Perkembangan bahasa yeng menggunakan model pengekspresian secara mandiri, baik lisan maupun tertulis dengan mendasarkan pada bahan bacaan akan lebih mengembangkan kemampuan bahasa anak dan membentuk pola bahasa masing-masing. Dalam penggunaan model ini guru harus banyak memberikan rangsangan dan koreksi dalam bentuk diskusi atau komunikasi bebas.Selain itu, sarana perkembangan bahasa seperti buku-buku, surat kabar, majalah, dan lain-lain hendaknyadisediakan di sekolah maupun di rumah. 



Source: